Pages

Senin, 20 Juni 2011

Pengaruh tingkat pendidikan formal orang tua terhadap minat belajar siswa



Rumusan Masalah
I.        Tentukan Masalah :
a.       kenakalan siswa tinggi
b.      kesejahteraan guru rendah
c.       kedisiplinan guru rendah
d.      minat belajar siswa rendah
II.     Focus Masalah : *minat belajar siswa rendah
III.   Identifikasi Penyebab Masalah
  1. metode guru mengajar tidak menarik
  2. motivasi dan bimbingan keluarga  kurang
  3. pergaulan siswa terlalu bebas
  4. sarana dan prasarana
IV.  Focus Penyebab Masalah     * motivasi dan bimbingan keluarga  kurang
V. Akar Masalah
  1. orang tua sibuk kerja
  2. tingkat pendidikan formal orang tua rendah
  3. orang tua tidak peduli terhadap pendidikan anak
  4. keadaan ekonomi keluaraga rendah
V.     Rumusan Masalah; Dipilih :tingkat pendidikan orang tua rendah
      * apakah tingkat pendidikan formal orang tua mempengaruhi minat belajar siswa
VI. Judul
            ; Pengaruh tingkat pendidikan formal orang tua terhadap minat belajar siswa






Latar belakang masalah
1. Mendeskrepsikan Masalah Secara Umum ( Berdasarkan Teori ).
Pendidikan Nasional berfungsi mencerdaskan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”[1]
            Pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan akan lahir manusia-manusia yang mampu memberikan sumbangan pada negara dengan potensi dan bakat yang dimiliki. Agar lahir manusia-manusia yang memberikan sumbangan terhadap pembangunan bangsa, maka proses pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus.[2]

2. Definisi Istilah Dalam Penelitian
            Pendidikan merupakan beberapa rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan dasar dan kemampuan belajar sehingga terjadilah perubahan didalam kehidupan pribadinya, sehingga sebagai mahluk individual, social, serta dalam hubungannya dengan alam sekitar dimana dia hidup. Proses tesebut senantiasa berada di dalam nilai nilaiyang melahirkan norma norma hidup.

3. Landasann Teori
Pada dasarnya pendidikan itu ada sejak adanya manusia itu sendiri, karena pendidikan berlangsung seumur hidup, yaitu sejak dari buaian hingga liang lahat. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :
اُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ المْـَهْدِى اِلىَ الحَّـَدِى                            
               .Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat..
4. Mendeskrepsikan Peta Permasalahan
Orang tua merupakan pendidik yang pertama dan utama dalam membantu mengembangkan potensi anak-anaknya. Orang tua dikatakan sebagai pendidik pertama, karena orang tua-lah yang pertama mendidik anaknya sejak dilahirkan. Dikatakan sebagai pendidik utama, karena pendidikan yang diberikan orang tua merupakan dasar dimulainya proses pendidkan yang sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Orang tulah yang paling besar tanggung jawabnya terhadap pendidikan anak-anaknya.
           
5. Menunjukkan Yang Menjadi Akar Permasalahan
Oleh karena itu, orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua yang mengirimkan anaknya ke sekolah pada umumnya bertujuan agar anak mendapat pengetahuan, keterampilan dan sikap yang lebih baik. Akan tetapi, meskipun anak mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar di sekolah tapi kemampuan untuk belajar tidaklah sama, dikarenakan keberhasilan belajar anak di sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah faktor pendidikan dalam keluarga (lembaga informal). Pendidikan yang diterima anak dipengaruhi oleh sikap, pandangan, nilai-nilai dan juga latar belakang pendidikan orang tuanya. Orang tua menjadi tokoh identifikasi (idola) bagi anak-anaknya sehingga sering kali anak mengatakan saya ingin seperti ayah atau ibu. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua harus dapat menjadi panutan bagi anak-anaknya. Selain hal itu, juga menyebabkan rasa bangga dan akan menjadi semacam cita ciata bahwa anak akan belajar dengan baik sehingga nantinya bisa mendapatkan jenjang poendidikan yang lebih baik daripada orang tua mereka
.
6. Argument Penulis Mengenai Permasalahan
Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan tinggi biasanya memiliki cita-cita yang tinggi pula terhadap pendidikan anak-anaknya. Mereka menginginkan pendidikan anak-anaknya lebih tinggi atau setidaknya sama dengan pendidikan orang tua mereka. Cita-cita dan dorongan ini akan mempengaruhi sikap dan perhatiannya terhadap keberhasilan anak-anaknya di sekolah. Melalui proses pendidikan yang pernah dijalaninya orang tua yang berpendidikan tinggi akan memiliki wacana pengetahuan, keterampilan yang luas dan kemampuan emosi yang dapat membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anak, baik itu yang berkaitan dengan pergaulan anak ataupun pelajaran di sekolah.
            Hal itu tentunya akan berbeda sekali dengan orang tua yang memiliki latarbelakang pendidikan yang rendah. Sebab kapasitas pengetahuan yang dimiliki, sehingga kemampuan dalam mengasuh dan juga mendidik anak, bisa menjadi kurang baik walaupun tidak semua orang tua yang berpendidikan rendah dapat dikatakan demikian. Sebab ada juga kemungkinan orang tua yang berpendidikan rendah dapat juga bersifat positif terhadap pendidikan anaknya, namun hal tersebut belumlah cukup ditunjang dengan kemampuan pendidikan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan anak sehingga kurang menunjang pula dalam meningkatkan belajar anaknya
7. Factor Pendukung Yang Memperkuat Argument
            Berikut ini hasil data pra-survey yang penulis dapatkan pada Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011” sebagai berikut :

No
Nama Siswa
Tingkat Pendidikan Formal Orang tua
Minat Belajar
1.
Paijo
SD
Sedang
2.
Paijan
SMP
Tinggi
3.
Paiman
SD
Tinggi
4.
Painah
Tidak Tamat SD
Rendah
5.
Paiyah
SMA
Sedang
6.
Paijem
SMP
Rendah
7.
Paiyem
PT
Rendah
8.
Pairan
SD
Sedang
9.
Pairah
SMA
Tinggi
10.
Paimin
SMA
Rendah

9. Kesimpulan Arah Judul Penelitian
Bertitik tolak dari fenomena diataslah yang mendorong penulis untuk mencoba menyusun skripsi dengan judul Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar TP 2010/2011
.

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMP MA’ARIF 12 TERBANGGI BESAR

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Penegasan Judul
1.      Pengaruh
Pengaruh adalah Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.
Jadi yang dimaksud dengan Pengaruh adalah kemampuan seseorang untuk membentuk pribadi orang lain yang lebih baik.
2.      Pendidikan Orang Tua
Pendidikan berasal dari kata didik yang berarti mengajar. Sehingga pendidikan yang dimksud disini adalah tingkatan atau jenjang yang telah ditempuh oleh seseorang dalam pendidikan formalnya, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), ataupun Perguruan Tinggi (PT). Orang Tua adalah orang yang diserahi hukum (agama/adat) diserahi kewajiban mengurus anak baik anak kandung, anak angkat atau anak yatim piatu serta hartanya selama anak itu belum dewasa.
Jadi yang dimaksud dengan pendidikan orang tua adalah latar belakang tingkatan atau jenjang pendidikan yang pernah ditempuh oleh orang tua.
3.  Minat Belajar
Menurut Drs. Mahfudh Shalahuddin Minat adalah .perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan.. Dengan begitu minat, tambah Mahfudh, sangat menentukan sikap yang menyebabkan seseorang aktif dalam suatu pekerjaan, atau dengan kata lain, minat dapat menjadi sebab dari suatu kegiatan. Sedangkan belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan didalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya
Jadi minat belajar adalah sesuatu yang menjadi sebab duntuk melakukan perubahan pada diri seseorang
3.      Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12
Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 adalah murid yang sedang mengikuti pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama yang berlandasakan pada ajaran agama islam yaitu Ahlussunnah Waljama’ah
4.      Terbanggi Besar
Yaitu penelitian ini bertempat di kecamatan Terbanggi Besar. Tepatnya di Jl. RA. Kartini No. 100 Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah pada tahun pelajaran 2009/2010.
B.    Alasan Memilih Judul
Setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja pasti mempunyai dasar atau alasan tertentu. Seperti halnya dalam mengemukakan permasalahan yang bersifat ilmiah ini, maka penulis memiliki alasan sebagai berikut :
  1. Minat belajar siswa dipengaruhi oleh factor orang tua. Dalam hal ini adalah Latar belakang Pendidikan yang pernah ditempuh Orang tua sehingga penulis ingin meneliti sejauh mana pengaruhnya dalm memberikan spirit dan membangkitkan mionat belajar siswa Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2009/2010.
  2. Untuk membangkitkan minat dan memotivasi siswa dalam balajar.

C.     Latar belakang masalah.
            *  bisa diliaht pada contoh “ pembuatan latar belakang masalah “
D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis menarik rumusan masalah sebagai berikut :
“Adakah Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011”
E.     Hipotesis
Menurut Sutrisno Hadi hipotesis adalah dugaan yang mungkin salah dan mungkin benar, ia akan ditolak jika salah satu palsu dan akan diterima jika fakta membenarkannya. Jadi hipotesis adalah Dugaan sementara. Dalam hal ini penulis mengambil hipotesis :
“Ada Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011”
F.      Tujuan Penelitian
Setiap perbuatan yang dilakukan harus memiliki arah dan tujuan, maka penelitian ini penulis lakukan dengan tujuan :
a.       Untuk mengetahui latar Belakang Pendidikan Orang Tua
b.      Untuk mengetahui minat belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011”
c.       Untuk mengetahui Pengaruh tingkat latar Belakang Pendidikan Orang Tua Terhadap minat Belajar Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011”
Keguanaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini yaitu untuk :
a.       Memberikan motivasi kepada orang tua betapa pentingnya kepedulian orang tua terhadap pendidikan sang anak.
b.      Untuk menguji kebenaran dari hipotesa yang penulis ajukan.
c.       Untuk memenuhi salah satu syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam di STAI Ma’arif Metro.
G.    METODE PENELITIAN
1.      Jenis dan Sifat Penelitian
a.       Jenis Penelitian
Dilihat dari tempatnya, penelitian ini adalah penelitian lapangan, karena datanya diperoleh dari lapangan. Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi pada Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011.
b.      Sifat Penelitian
Dilihat dari sifatnya, penelitian ini bersifat deskriftif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih.

2.      Populasi dan Sampel
a.       Populasi
menurut Ronny Kountur mengatakan bahwa Populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek yang merupakan perhatian peneliti. Objek penelitian dapat berupa makhluk hidup, benda-benda, sistem dan prosedur, fenomena, dan lain-lain.
Jadi penelitian dengan teknik populasi adalah cara penelitian yang mengambil semua objek yang akan diteliti. Dalam hal ini populasi yang penulis teliti adalah Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 50 orang..
b.      Sampel
 “Sampel adalah bagian dari populasi”., maka dapat diambil suatu pengertian bahwa sampel adalah merupakan bagian dari populasi untuk mewakili dari pembahasan yang jumlah populasinya banyak. Kemudian untuk menentukan sampel dalam pembahasan ini, penulis berpedoman dari pendapat Suharsimi Arikunto yang mengatakan : “Untuk sekedar ancer-ancer apabila subjeknya kurang dari seratus lebih baik diambil semua sehingga pembahasannya merupakan populasi, selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih”.
Karena jumlah subjek yang diteliti kurang dari 100, maka berdasarkan pendapat tersebut penulis mengambil teknik populasi yaitu dengan mengambil keseluruhan dari subjek yang diteliti yang berjumlah 50 oang.
NO
KELAS
JUMLAH RESPONDEN
1
VII A
25
2
VII B
25
3.      devinisi Operasional variabel
a.       Pengertian Variabel
     Menurut Suharsimi Arikunto, variabel adalah “Objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”
b.      Pembagian Variabel
            Dalam hal ini penulis membaginya dalam dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebasnya adalah Pendidikan orang tua
N0
Variable Bebas
Indicator

Pendidikan orang tua
SD
SMP
SLTA
Perguruan Tinggi

Variable Terikatnya Adalah Minat Belajar
Variable Terikat
indikator
Minat Belajar
Menerima pelajaran dengan senang
Terus-menerus belajar
Tidak terpaksa dalam belajar
Tidak merasa bosan
Memberikan perhatian lebih
Mau berkonsentrasi
Mengikuti penjelasan guru
Mengerjakan tugas dari guru
Ketertarikan pada Materi dan Guru
Kesadaran akan adanya manfaat Belajar
c. Metode Pengmpulan Data
Dalam rangka mendapatkan data yang akurat dalam penyusunan skripsi ini, alat yang penulis gunakan untuk pengumpulan datanya adalah dengan Angket, yakni dengan menyebarkan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tulisan yang diajukan kepada Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011 yang menjadi responden. Angket ini disampaikan kepada siswa dipandu sendiri oleh peneliti dengan dibacakan dan dijelaskan maksud dari setiap pertanyaan yang diajukan.
Sedangkan untuk teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a.       Observasi
Observasi adalah pengumpul data yang dilakukan secara sistematis dengan langsung melihat objek yang diteliti. Dalam observasi ini penulis mengamati keadaan yang wajar dan yang sebenarnya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur, atau memanipulasikannya.
Dalam hal ini penulis terjun langsung ke lokasi penelitian dengan melihat kegiatan belajar siswa Kelas VII SMP Ma’arif 12 Terbanggi Besar serta melihat keadaan sekolah dan tenaga pengajarnya.

b.      Interview atau wawancara
Interview adalah cara mendapatkan informasi dengan bertanya secara langsung kepada orang yang bisa memeberikan informasi tentang objek yang akan diteliti.
Dalam interview ini, penulis bertanya kepada siswa serta guru mata pelajaran terhadap minat belajar siswa.
Selain itu penulis juga bertanya secara langsung kepada kepala sekolah tentang hal-hal yang berkaitan dengan sekolah secara lengkap.
c.       Dokumentasi
      Dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mengambil data-data yang berkenaan dengan apa yang diperlukan dalam penelitian ini.














Cara membuat angket
N0
Variable Bebas
Indicator
kategori
Item Soal

Pendidikan orang tua
Tidak tamat SD atau tamat SD
Tingkat pendidikan Rendah
1  2  3
SMP
Tingkat Pendidikan Sedang
4  5  6
SLTA
Perguruan Tinggi
 ( D I, D II, DIII, SI, S2, S3 )
Tingkat Pendidikan Tinggi
 7  8  9

1.      apakah orang tua anda pernah memperlihatkan ijazah terakhir pendidikannya ?
a. ya                                         b. tidak
2.      apakah anda tahu pendidikan terakhir orang tua anda ?
a. ya                                         b. tidak
3.      apakah orang tua anda lulusan Sekolah Dasar ( SD ) ?
a. ya                                         b. tidak
4.      apakah anda tahu pekerjaan orang tua anda  ?
a. ya                                         b. tidak
5.      apakah orang tua anda lulusan SMP ?
a. ya                                         b. tidak
6.      apakah orang tua anda lulusan SMA ?
a. ya                                         b. tidak
7.      apakah anda tahu tahun kelulusan pendidikan orang tua anda ?
a. ya                                         b. tidak
8.      apakah anda pernah minta izin untuk melihat ijazah orang tua anda ?
a. ya                                         b. tidak
9.      apakah orang tua anda pernah kuliah
a. ya                                         b. tidak




Variable Terikat
indikator
Minat Belajar
Menerima pelajaran dengan senang
Terus-menerus belajar
Tidak terpaksa dalam belajar
Tidak merasa bosan
Memberikan perhatian lebih
Mau berkonsentrasi
Mengikuti penjelasan guru
Mengerjakan tugas dari guru
Ketertarikan pada Materi dan Guru
Kesadaran akan adanya manfaat Belajar

1. apakah anda menyampaikan kepada orang tua kalau ada pelajaran yang anda anggap sulit ?
                        a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
2. apakah orang tua anda menemani anda dalam belajar
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
3. apakah orang tua anda mendukung, jika anda  belajar kelompok di rumah
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
4. jika nilai raport anda jelek, apakah orang tua anda memarahi anda
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
5. apakah anda pernah meminta orang tua untuk ikut membantu mengerjaka PR
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
6. dapatkah orang tua membantu mengerjakan PR anda ?
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
7. jika anda tidak pernah belajar, apakah orang tua menegur anda ?
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
8. apakah anda selalu belajar dirumah ?
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
9. dapatkah anda belajar dengan tenang tanpa gangguan saat di rumah ?
a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah
10. apakah anda diberi waktu khusus untuk belajar dirumah ?
                        a. ya                 b. Kadang kadang                    c. Tidak pernah




[1] DEPDIKNAS, UURI No 20 TH 2003 Tentang Sisdiknas (jakarta:2003) Cet Ke-1, h.8
[2] Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teori dan Praktek, (Jakarta : Remaja Rosda Karya,
1996), Cet k 3 h. 13

0 komentar:

Poskan Komentar