Pages

Rabu, 08 Juni 2011

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL


CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL
Sekolah : SMP ..........................................
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan)
A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari.
B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.
C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat:
1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik.
2. menunjukkan kutub-kutub magnet.
3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet).
4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet.
5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan).
6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet.
Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat:
1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok.
2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.
3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.
4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok.
5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi.
6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.
Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat:
1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan.
2. mendeskripsikan kemagnetan bumi.
3. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan.
4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi.
Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat:
1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.
2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.
Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4).
D. Materi Pelajaran:
Kemagnetan KEMAGNETAN
Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok, yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Sedangkan bahan- bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. Besi, baja, nikel, dan kobalt termasuk bahan magnetik. Sedangkan kayu, kaca, aluminium, dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Setiap magnet, bagaimanapun bentuknya, mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet, yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan, kedua kutub tersebut akan tolak- menolak. Namun, jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain, kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. Oleh karena itu, tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer).
PEMAKNAAN
• Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan, yaitu utara (U) dan selatan (S). ”Allah, Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasang- pasangan.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal, Allah itu satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Bagi ajaran agama Islam, hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Secara kodrati, manusia mempunyai dua jenis kelamin, yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P).
• Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S), jika didekatkan akan tolak-menolak. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S), jika didekatkan akan tarik-menarik. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama.
• Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah, dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. ”Rajin pangkal pandai.” Apabila kita ingin pandai, kita harus rajin belajar, dan tidak mudah menyerah.
• Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai, maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai.
• Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah, kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita.
• Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. ”Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Dalam suatu komunitas, apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan, maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Namun, dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar, misalnya munculnya para provokator-provokator, maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.
E. Alat/Bahan/Sumber belajar
1. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP
2. Buku Sumber (Referensi) lain
3. LKS Kemagnetan
4. Alat peraga magnet, bel listrik, dan motor listrik
5. Serbuk besi
6. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap
7. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan)
8. Catu daya (baterai)
F. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan”
G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1
Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak
Kegiatan Awal
• Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Menanyakan kepada siswa, mengapa benda tersebut dapat menempel?
• Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik, motor listrik, tape recorder, dll.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Kegiatan Inti
• Memperlihatkan magnet batang, mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
• Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Menjelaskan konsep kemagnetan.
• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”.
• Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing.
• Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.
• Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan, antara lain berkaitan dengan: - magnet dapat menarik benda; - magnet memiliki dua kutub, yaitu: U dan S; - sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).
Pertemuan 2
Model Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak
Kegiatan Awal
• Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku- paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.
• Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.
• Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan per- cobaan membuat magnet dengan cara menggosok, in- duksi, dan mengalirkan arus listrik.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). Kegiatan Inti
• Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. Agar besi menjadi magnet, susunan atom-atomnya harus dibuat searah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut.
• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif.
• Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut.
• Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya.
• Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus.
• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan, antara lain berkaitan dengan: - pembuatan magnet dengan cara menggosok; - pembuatan magnet dengan cara induksi; - pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.
• (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Kegiatan Penutup
• Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan
Pertemuan 3
Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak
Kegiatan Awal
• Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang, menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa?
• Menanyakan kepada siswa, apakah suatu magnet, sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan?
• Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). Kegiatan Inti
• Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet, menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang.
• Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi, serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah.
• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. • Meminta siswa membaca Buku Siswa, tentang Pengaruh Magnet; Kemagnetan Bumi, dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing.
• Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.
• Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain.
• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan, antara lain berkaitan dengan: - cara menghilangkan sifat kemagnetan; - keberadaan kemagnetan bumi.
• (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).
Kegiatan Penutup
• Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara model pembelajaran paikem
Pertemuan 4
Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak
Kegiatan Awal
• Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. Menanyakan pada siswa, mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah?
• Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). Kegiatan Inti
• Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik.
• Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya.
• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. • Meminta siswa membaca Buku Siswa, subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik, dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing.
• Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.
• Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain.
• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan, yaitu: - sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.
• (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).
Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet
H. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian)
• Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat
• Kinerja saat melakukan kegiatan
• Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP)

0 komentar:

Poskan Komentar